Kerja Sama Antara Indonesia dan Jepang dalam Pendidikan

 

Heri Akhmadi yang merupakan Duta Besar Republik Indonesia (KNRI) untuk Jepang saat ini mengatakan tengah melirik adanya potensi terjadinya kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam bidang pendidikan dengan Ritsumeikan Asia Pacific University (APU).

Hal ini ia sampaikan ketika bertemu dengan President Risdumeikan APU Hal Haruaki Deguchi di Beppu.

:Dengan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Medeka di Indonesia, APU Risumeikan dapat menjadi mitra perguruan tinggi Indonesia untuk saling kirim mahasiswa Strata 1 selama 1-2 semester,” Ucap Heri.

Dengan adanya program internasional yang APU Risumeikan miliki, ia juga menyebutkan bahwa ini dapat menjadi tempat pelatihan dan juga berbagi pengalman dengan kampus yang ada di Indonesia dalam hal pengembangan riset dan kepemimpinan.

Hal Haruaki Deguchi yang merupakan Presiden Ritsumeikan APU menyebutkan bahwa ia berharap kedepannya akan ada peningkatan kerja sama erat dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Indonesia dan Jepang sendiri sudah memiliki kerja sama serupa dalam bidang pendidikan, yaitu adanya pengaplikasian pertukaran pelajar dan pengajar. Program yang mendukung kerja sama ini adalah The Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths.

Dalam kunjungan APU Risumeikan tersebut, Heri yang merupakan Duta Besar juga berkesempatan untuk membuka Indonesia Week 2022.

Gelaran Indonesia Week 2022 sendiri digelar di Cultural Palace Diplomatic Quarter Riyadh Saudi Arabia, Minggu (27/11) waktu setempat. Pada acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa mulai menggelar seminar dengan pemeran Intellectual Heritage and Contribution of Indonesia Scholars to the Islamic Civilization.

“Kegiatan hari ini adalah bagian penting dalam babat alas menggali keunggulan ulama besar Indonesia yang kontribusinya signifikan untuk keilmuan dunia, termasuk di Arab Saudi,” kata Khofifah.

Mengenal Peer Learning, Metode Belajar Efektif Untuk Siswa

Metode pembelajaran mempunyai fungsi dan peranan yang penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan di rasa efektif dan gampang di pahami, jika penetapan metode pembelajarannya sesuai.

Penetapan dan juga pemilihan metode pembelajaran walaupun di sesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajaran yang akan di sampaikan. Supaya membangkitkan minta dan prestasi siswa, maka pilihlah metode pembelajaran yang sesuai salah satu bentuk metode pembelajarannya yaitu peer learning atau biasa di kenal dengan pembelajaran tutor sebaya.

Metode tutor sebaya ini bukan merupakan metode yang baru,melainkan sebuah metode yang sudah lama. Namun, karena penerapannya kurang efektif karena dulu pusat pembelajaran hanya terpaku pada guru sebagai sumber utama.

Tutor sebaya mengartikan jika siswa mengajar siswa lainnya atau pengajaran yang dilakukan oleh sebaya dan untuk sebaya pula. Edward L. Dejnozken dan David E. Kopel menyatakan jika tutor sebaya adalah sebuah pengajaran untuk siswa belajar dengan cara mengajari siswa lainnya.

Tutor sebaya ini efektif,karena pertama pengajar memiliki hubungan kekerabatan dan usia yang sama dan terkesan dekat dalam berelasi. Sedangkan menurut Winarno Surakhmad (1994:53) tutor sebaya ialah strategi pembelajaran guna membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran dengan pendekatan kooperatif bukan kompetitif.

Pemberian rasa saling menghargai dan rasa pengertian antar sebaya menguatkan metode pembelajara ini karena tutor sebaya ini memberikan apresiasi atau penghargaan dengan rasa bangga atas peran dan kerjasama untuk membantu rekannya dalam memenuhi pemahaman belajar.

Dengan begitu, bisa di simpulkan kalau peer learning atau tutor sebaya ini merupakan metode pembelajaran yang sesuai dan efektif untuk di terapkan dengan pendekatan kooperatif. Di mana siswa berperan sebagai pengajar untuk siswa lainnya dengan memakai bahasa yang lebih akrab dan hubungan yang lebih dekat.

 

Manfaat Peer Learning

Adapun manfaat yang akan dirasakan ketika pengimplikasian metode ini ialah siswa akan semakin terasah kemampuannya baik dalam kemampuan menjelaskan, memahami, mendengarkan, konsentrasi, dan kemampuan berkomunikasi.

Penjelasan tutor sebaya ini akan semakin mudah di pahami oelh siswa karena mereka memiliki cara untuk memahami siswa lainnya, baik dalam penggunaan bahasa, dan hubungan kekerabatan. Dengan demikian, pemilihan metode tutor sebaya ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi media untuk saling mengajari dan memberikan kebutuhan pemahaman bagi sesama murid.

Menurut Miller (1989 dalam Aria Djalil, 1997:3.34) berpendapat jika murid akan selalu membutuhkan murid lainnya, dan murid akan belajar dan membelajarkan dari murid lainnya. Adapun siswa yang berperan menjadi tutor untuk siswa lainnya ialah siswa yang memiliki kapasitas dan kualitas yang unggul dan memadai, artinya seorang tutor ialah siswa yang lebih unggul sisi akademiknya di bandingkan dengan siswa lainnya.

Seorang tutor nantinya,akan mencari juga menemukan sebuah bahan untuk di pelajari dan kemudian akan di ajarkan kepada siswa lainnya. Jadi, tutor akan memahami materi pembelajaran terlebih dahulu, kemudian pemahamn tersebut akan di sampaikan melalui pengajarannya.

Informasi – informasi yang di sampaikan oleh tutor meski valid agar tidak menimbulkan salah pemahaman dan juga salah arti. Yang paling penting dalam pengimplementasian metode ini adalah siswa akan semakin mempunyai sikap percaya diri dan berani menjelaskan serta bicara di depan umum.

Dalam hal ini, siswa akan makin terdorong motivasi belajarnya karena ia mau memberikan pemahaman dan pengajaran kepada siswa lainnya. dengan penerapan tutor sebaya ini siswa akan makin meningkatkan gairah dan minat belajar.

Hindari Kasus Bullying Siswa, DPR: Kuatkan Pendidikan Karakter Jenjang Pendidikan

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bramantyo Suwondo menyebbutkan kalau pendidikan karakter harus di gencarkan di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Bram, sapaan akrabnya, menyampaikan hal tersebut dalam menanggapi viralnya video yang menampilkan tindakan sekelompok pelajar di Tapanuli Selatan atau Tapsel, Sumatera Utara.

Di dalam video yang viral itu, para pelajar tersebut menendang seorang nenek yang di duga dalam kondisi gangguan jiwa atau ODGJ. Bram mengakui kalau kejadian yang terjadi di Tapsel tersebut telah menunjukkan kalau sampai sekarang penyelesaian permasalahan perundungan dan pembangunan karakter di kalangan anak – anak muda masih belum tuntas.

“Sudah sangat urgensi (pendidikan karakter) untuk kita semua selain membenahi sistem pendidikan kita. Agar pendidikan karakter kuat di sekolah dan membangun kesadaran tanggung jawab pendidikan karakter dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat seperti orang tua, warga bertetangga dan sebagainya.” Jelas Politisi Partai Demokrat dilansir dari laman DPR RI.

 

DPR: Kuatkan Pendidikan Karakter Jenjang Pendidikan

Ia juga mendukung penuh pendidikan karakter ini di gencarkan oleh seluruh jenjang institusi pendidikan Indonesia. Tetapi, ia juga menegaskan kalau pendidikan karakter bukan Cuma tanggung jawab sekolah atau kampus saja.

“Agar membangun pendidikan karakter yang kuat, tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun perguruan, para orangtua juga wajib harus terus mengajarkan serta memberikan contoh dalam bertindak dan bertutur yang baik kepada putra-putrinya.” Kata Bram.

Bram menilai, selain sistem pendidikan di tanah air yang masih kurang kuat dalam melaksanakan pendidikan karakter. Yang sekarang ini sedang di hadapi juga adalah belum meratanya pemahaman di masyarakat luas. Pemahaman ini mengenai sikap bertanggung jawab.

“Tanggung jawab pendidikan karakter adalah tanggung jawab kita semua.” Pungkasnya. Syaiful Huda melanjutkan, ada beberapa pertimbangan mengapa kurikulum perlu di sempurnakan. Beberapa kali ia berdiskusi dengan pakar penyusun kurikulum. Dan akhirnya berkesimpulan bahwa paradigma konservatif dalam kurikulum jika di sandingkan dengan perkembangan dunia maka tak lagi relevan.