Model Pembelajaran Talking Stick di Kelas

Model pembelajaran yang guru slot gacor depo 10k terapkan di kelas haruslah variatif dan menyenangkan. Dengan demikian, siswa dapat studi dengan gembira sekaligus bermakna. Menguasai beragam model pembelajaran, tehnik pembelajaran, dan termasuk metode-metode pengajaran merupakan kompetensi pedagogis yang mesti dikuasai oleh seorang guru yang baik. Salah satu model pembelajaran yang dapat guru terapkan adalah model pembelajaran Talking Stick.

Pengertian Model Pembelajaran Talking Stick

Model pembelajaran Talking Stick merupakan keliru satu model pembelajaran kooperatif. Menurut Carol Locust seperti yang dikutip oleh Ramadhan (2010). Di sana disebutkan bahwa Pembelajaran metode talking stick adalah sebuah metode atau model pembelajaran yang dikerjakan dengan perlindungan tongkat. Talking stick adalah bhs Inggris berasal dari tongkat berbicara. Pada pembelajaran model ini, siswa yang memegang tongkat mesti menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Model pembelajaran Talking Stick ini dipercaya dapat mendorong siswa untuk lebih berani mengungkapkan pendapatnya dan siswa merasa suka saat studi sebab kebanyakan disaat tongkat digulirkan berasal dari siswa satu ke siswa lainnya dengan diiringi oleh musik yang ceria.bagaimana dengan siswa yang tidak dapat menjawab disaat mendapatkan tongkat ajaib ini? guru dapat saja mengimbuhkan konsekuensi tetapi bukan yang berwujud menyakiti atau mempermalukan siswa. Buatlah kesepakatan dengan siswa konsekuensi apa yang akan didapatkan oleh siswa disaat tidak dapat menjawab pada saat gilirannya. Konsekuensi dapat berwujud meminta siswa menyanyi, membaca puisi, membaca pantun, atau model konsekuensi edukatif lainnya yang tidak membebani siswa. Mengapa demikian? Karena target penerapan model pembelajaran talking stick ini adalah untuk membangkitkan dorongan pada diri siswa supaya mereka studi lebih giat lagi.

Baca juga:

Beberapa Langkah Yang Bisa Diambil Pelajaran Dalam Bermain Musik

Mengenal Apa Itu Sekolah Alam dan Manfaatnya untuk Anak

Model pembelajaran Talking Stick dapat diterapkan untuk segala jenjang pendidikan terutama jenjang Sekolah Dasar sebab tidak cuman untuk melatih siswa untuk berbicara, juga dapat menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan dan mengakibatkan siswa aktif.

Tujuan Model Talking Stick

penerapan model pembelajaran talking stick mengakibatkan siswa suka dan lebih giat belajar

Penerapan model pembelajaran talking stick ini benar-benar kental dengan unsur permainan. Meskipun demikian, metode talking stick di dalam pembelajaran ini dikerjakan sebab ada target tertentu yang mendambakan dicapai. Apa saja target pemakaian metode talking stick? Simak di dalam daftar berikut ini:

1. Meningkatkan antusiasme siswa saat beraktivitas sepanjang aktivitas pembelajaran.

2. Melatih siswa supaya lebih berani dan dapat berkata atau mengeluarkan pendapatnya di depan umum

3. Menciptakan kondisi pembelajaran yang hangat, menyenangkan, dan tidak menegangkan

4. Melatih mental siswa supaya lebih percaya diri saat dihadapkan oleh sebuah pertanyaan

5. Mendidik siswa supaya dapat bekerja mirip dan bergotong – royong di dalam memecahkan suatu masalah dengan teman- temannya.

Berdasarkan daftar target penerapan model pembelajaran talking stick di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking Stick ini memiliki tujuan untuk membangun aktivitas siswa, supaya dapat meningkatkan kebolehan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Model pembelajaran ini termasuk dapat dikerjakan baik di di dalam maupun di luar kelas.

Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick

Bagaimanakah cara menerapkan model pembelajaran talking stick di kelas? Langkah-langkah pembelajaran metode talking stick di kelas menurut Ramadhan (2010) adalah sebagai berikut:

1. Guru membentuk grup yang terdiri berasal dari lebih dari satu siswa, apabila 4 sampai 6 siswa.

2. Guru buat persiapan sebuah tongkat yang panjangnya 15 cm atau boleh termasuk lebih.

3. Guru terutama dahulu mengemukakan materi pokok yang akan dipelajari.

4. Guru mengimbuhkan peluang kepada siswa di dalam kelompoknya untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran tersebut.

5. Siswa diberikan saat atau peluang untuk berdiskusi mengkaji masalah yang terdapat di di dalam materi yang diajarkan.

6. Guru mempersilahkan tiap-tiap bagian grup untuk menutup isikan bacaan sehabis saat selesai

7. Guru mengambil alih tongkat yang telah disiapkan kemudian mengimbuhkan kepada keliru satu bagian kelompok.

8. Setelah itu, guru memberi pertanyaan kepada siswa yang memegang tongkat dan siswa berikut berikut mesti menjawab pertanyaan berasal dari gurunya.

9. Guru mengimbuhkan anggapan atas pembelajaran yang telah dilakukan

10. Guru melaksanakan evaluasi/penilaian, baik secara grup maupun individu, dan kemudian menutup pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Talking Stick

Penerapan model pembelajaran talking stick termasuk punyai berlebihan dan kekurangan. Berikut ini akan dipaparkan apa saja berlebihan dan kekurangan model pembelajaran talking stick:

Kelebihan Model Pembelajaran Talking Stick

1. Mampu menguji kesiapan dan termasuk fokus siswa

Siswa tidak dapat memprediksi kapan gilirannya memegang tongkat dan mesti menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya. Hal ini mengakibatkan seluruh siswa mengupayakan buat persiapan diri kapanpun akan mendapatkan tongkat sebagai penanda gilirannya.

2. Membuat siswa lebih giat dan termotivasi belajar

Karena dikerjakan secara berkelompok, siswa lebih termotivasi supaya dapat tahu materi-materi yang telah diajarkan. Dengan demikian, mereka akan siap disaat mendapat tongkat dan mesti menjawab pertanyaan.

3. Tercipta kondisi pembelajaran yang menyenangkan

Model pembelajaran talking stick kebanyakan dikerjakan dengan iringan musik atau nyanyian disaat menggulirkan stick berasal dari satu siswa ke siswa lainnya. Dengan begitu maka siswa merasa suka dapat studi dengan cara bermain apalagi termasuk dengan bernyanyi. Siswa tidak akan merasa suntuk dan jadi lebih dorongan di dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

Kekurangan Model Pembelajaran Talking Stick

Berikut ini adalah lebih dari satu kekurangan berasal dari model pembelajaran talking stick:

1. Siswa yang tidak sisap akan merasa gugup kalau-kalau akan mendapatkan tongkat dan giliran untuk menjawab pertanyaan.

2. Jika guru tidak dapat mengontrol dengan baik, kondisi kelas akan jadi benar-benar gaduh sebab siswa yang kegiarangan atau sebaliknya kaget disaat menerima tongkat.

3. Kegiatan pembelajaran ini relatif memakan saat yang lama sebab melibatkan musik atau nyanyian. Waktu akan jadi tambah lama disaat lagu atau nyanyian yang digunakan tidak familiar supaya guru mesti mengajarkan lagu berikut terutama dahulu.