Beberapa Cara Mengelola Pembelajaran Berbasis Project Based Learning

Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberi tambahan peluang pasa siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kebolehan melalui aktivitas gangguan solving dan investigasi.

Brandon Goodman dan J. Stiver mengartikan Project Based Learning sebagai sebuah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas aktivitas pembelajaran dan tugas nyata yang memberi tambahan tantangan bagi peserta didik yang mengenai bersama kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Baca Juga : Soal Korupsi, Jokowi: Tak Ada Negara Lain yang Penjarakan Pejabat Sebanyak RI

Model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) ini tidak cuma fokus terhadap hasil akhirnya, namun lebih menekankan terhadap sistem bagaimana siswa bisa memecahkan masalahnya dan selanjutnya bisa membuahkan sebuah produk.

Pendekatan ini membuat siswa mendapatkan pengalaman yang terlampau bernilai bersama berpartisipasi aktif dalam pengerjakan proyeknya. Hal ini tentu saja lebih menantang daripada cuma duduk diam mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku sesudah itu mengerjakan kuis atau tes.

Prinsip-Prinsip Dalam Project Based Learning

Jika tertarik untuk menerapkan PjBL di kelas, Guru pandai mesti memasuk elemen-elemen selanjutnya ini:

Berawal berasal dari Sebuah Masalah atau Pertanyaan

Pembelajaran berbasis proyek senantiasa bersumber berasal dari sebuah kasus atau pertanyaan. Permasalahan yang mesti dipecahkan mesti mempunyai tingkat ada problem yang disesuaikan bersama level siswa. Jangan sampai memberi tambahan tantangan untuk siswa kelas 6 SD terhadap siswa kelas 2 SD.

Otentik & Relevan

Proyek yang dilaksanakan siswa mesti termasuk pertanyaan-pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan bersama pengalaman siswa. Dengan demikian siswa bisa menghubungkan pada pengetahuan yang didapatkannya pas pembelajaran bersama faedah atau kegunaannya di dunia nyata.

Kebebasan/Kemerdekaan untuk memilih

Metode pembelajaran berbasis proyek hendaknya memberi tambahan kebebasan siswa untuk menentukan langkah memecahkan masalah, product apa yang akan dihasilkan, dan juga bagaimana cara membuahkan product tersebut.

Self- Reflection

Dalam Project Based Learning siswa diinginkan bisa merefleksikan semua pengalaman yang di bisa sepanjang mengerjakan proyeknya. Kemudian siswa bisa menyimpulkan pelajaran bernilai apa yang bisa diambil alih sepanjang sistem project based learning joker123.

Feedback

Metode pembelajaran project based learning juga mengajarkan terhadap siswa untuk bisa memberi tambahan dan menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya. Dengan demikian mereka tidak cuma belajar berasal dari guru namun bisa saling belajar bersama sesame teman.

Presentasi

Di akhir sistem Pembelajaran berbasis proyek, Siswa mesti bisa mempresentasikan penemuannya atau product yang dihasilkannya di depan teman-teman sekelas atau apalagi di depan penduduk umum. Selain berdiskusi berkenaan proyeknya, diinginkan semua siswa bisa menarik analisis berasal dari apa yang sudah dipelajari dan juga dipratikkan.

Ciri-Ciri Pembelajaran Project Based learning

Buck Institute for Education di th. 1999 menjelaskan pembelajaran berbasis proyek mempunyai karakteristik-karakteristik seperti selanjutnya ini.

1. Siswa diarahkan untuk membuat ketentuan dan membuat kerangka kerjanya sendiri.

2. Terdapat kasus atau pertanyaan yang mesti dipecahkan.

3. Siswa merancang sistem untuk capai hasil yang sudah ditentukan.

4. Setiap siswa mempunyai tanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan untuk merampungkan proyeknya.

5. Siswa mesti melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

6. Siswa secara tertata melakukan refleksi atas apa yang mereka kerjakan.

7. Hasil akhir yang diinginkan adalah siswa membuahkan sebuah product dan dievaluasi kualitasnya.

8. Kelas mesti menolong terdapatnya perubahan dan tidak membuat siswa kuatir melakukan kesalahan.

Langkah-Langkah Pembelajaran Project Based Learning

Ada 6 cara yang mesti dilaksanakan pas menerapkan project based learning. Apa 6 cara tersebut?

1. Mulai bersama sebuah pertanyaan.

Pertanyaan mesti mempunyai kandungan masalah yang mesti dipecahkan dan membuahkan sebuah penemuan atau produk. Topik atau kawan mesti cocok bersama real global dan mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.

2. Membuat Perencanaan (design a plan for the project).

Perencanaan dilaksanakan secara kolaboratif pada guru bersama siswa. Perencanaan meliputi berkenaan peraturan main, pemilihan aktivitas yang bisa menolong dalam menjawab pertanyaan esensial bersama mengintegrasikan beragam subjek yang mendukung, dan juga mengumumkan alat dan bahan yang bisa dimanfaatkan untuk merampungkan proyek.

3. Menyusun jadwal aktivitas .

Guru dan siswa bersama-sama menyusun jadwal aktivitas dalam merampungkan proyek. Waktu penyelesaian proyek mesti jelas, dan siswa diberi pengarahan untuk mengelola pas yang ada. Berikan siswa kebebasan dan peluang untuk coba menggali sesuatu yang baru. Guru Pintar senantiasa mesti memantau dan mengingatkan bila siswa melenceng berasal dari target proyek.

4. Mengawasi sistem pengerjaan proyek.

Meskipun siswa diberikan kebebasan menentukan langkah dan cara mengerjakan proyeknya, Guru pandai senantiasa bertanggungjawab untuk memantau siswa sepanjang merampungkan proyek. Guru pandai bertindak sebagai mentor yang senantiasa mengarahkan para siswa untuk senantiasa fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.

5. Memberikan penilaian terhadap product yang dihasilkan.

Penilaian yang Guru pandai melakukan untuk menolong pendidik dalam mengukur ketercapaian standar terhadap sistem dan product yang dihasilkan. Guru pandai juga berperan dalam mengevaluasi kemajuan tiap tiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru pandai bisa menyusun langkah pembelajaran berikutnya. Penilaian product bisa dilaksanakan bersama mempresentasikan produknya di depan kawan atau guru.

6. Melakukan Evaluasi.

Pada akhir sistem pembelajaran project based learning, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas yang sudah dilaksanakan dan product yang sudah dihasilkan. Proses refleksi bisa dilaksanakan secara individu maupun kelompok. Siswa hendaknya diberikan peluang untuk mengutarakan perasaan dan pengalamannya sepanjang merampungkan proyek.