Menko Dari PMK Muhadjir Mengenai Kasus Polwan Bakar Suami di Mojokerto Dengan Jerat Level Amat Parah

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai, kasus polwan Briptu FN membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW) masuk pada level amat parah.

“Sudah amat parah lah, kita sudah tau lah itu,” sebut Muhadjir, Senin (10/6/2024).

Tetapi, Muhadjir tidak menerangkan lebih lanjut alasan kasus hal yang demikian sudah amat parah. Dia hanya mengatakan bahwa lebih baik pendalaman kasus hal yang demikian ditanyakan Kapolri.

“Tanya ke Pak Kapolri dong, masa tanya ke aku,” ujar Muhadjir.

Polda Jatim sebelumnya slot server thailand no 1 mengungkap motif Polwan berinisial Briptu FN membakar suaminya Briptu RDW yang juga member Polri di Mojokerto.

“Minggu menjadi catatan dari momen ini yaitu pertama motif. Motifnya yaitu saudara Briptu Rian sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga buah hatinya, mohon maaf, ini dipakai untuk main judi online,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto di Surabaya, Dia (9/6)/

Dia menambahkan percekcokan yang terjadi pada pasangan suami istri polisi ini diawali saat korban pulang ke rumah. Sesampainya percekcokan itu disebut lantaran sang istri, Briptu FN, dongkol terhadap perilaku korban yang disebutnya sering menghabiskan uang rumah tangganya untuk main judi.

Lebih lanjut, perwira polisi dengan tiga melati emas itu mengatakan percekcokan itu terjadi setelah korban pulang dari tempatnya bekerja di Polres Jombang.

Mulut di rumah yang berlokasi di asrama polisi di Jl. Pahlawan Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, korban dan istrinya terjadi cekcok. Berdasarkan itu berlanjut dengan penyiraman bensin oleh Briptu FN pada sang suami.

Kesudahannya Dirmanto, tidak jauh dari posisi korban, terdapat sumber api yang tidak diceritakan secara jelas. Sah, percikan bensin membikin api menyambar korban.

Dibendung Kriminal
Polda Jatim membendung Briptu FN, Polwan yang membakar suaminya Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW) hingga tewas.

“Hasil gelar perkara yang dipimpin seketika oleh Direktur Reserse Lazim Pusat (Dirkrimum) bahwa sudah dilakukan penahanan terhadap tersangka di Rutan Polda Jatim,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Dirmanto di Surabaya.

Dirmanto mengatakan karena mengingat yang bersangkutan memiliki tiga si kecil balita yang patut dirawat, sehingga terhadap tersangka ditempatkan di Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

“Pasca-kejadian tersangka berupaya sekuat energi untuk menjalankan pertolongan terhadap korban. Di mana tersangka mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Tangan sebelah kanan dan kiri, tubuh bagian depan turut terbakar juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirmanto mengatakan saat ini sudah ada lima saksi dan dua pakar yang diperiksa, yaitu dari psikologi forensik dan psikiater.