Mengubah Cara Pelajaran Kuno Jadi Lebih modern dan Atraktif

Program merdeka belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) nampaknya akan mengubah wajah dunia pengajaran di Indonesia. Bagaimana tak, Program hal yang demikian mengubah cara pembelajaran kuno menjadi pembelajaran yang lebih modern dan atraktif.

Dalam kurikulum hal yang demikian, para peserta ajar tak perlu lagi diharuskan untuk menguasai segala bidang pembelajaran. Program hal yang demikian akan digunakan ke segala dunia pengajaran di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Untuk itu, para tenaga pengajar, diberikan seminar implementasi kurikulum merdeka pada Selasa (8/8).

Acara yang dilangsungkan di Gedung slot spaceman Serbaguna hal yang demikian. Diadakan agar para guru dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar ke sekolah-sekolah yang mereka ajarkan.

“Seminar ini diberikan agar tenaga pengajar dapat memakai. Karena menguasai kurikulum merdeka belajar ke sekolah-sekolah,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor usai menghadiri acara hal yang demikian.

Halikinnor mengatakan. Kurikulum merdeka belajar hal yang demikian dapat mengubah cara belajar di sekolah. Para siswa dibebaskan untuk dapat berekspresi. Karena bebas memilih ketertarikan mereka dalam bidang apapun. Sehingga, potensi mereka dapat digali lebih dalam agar tercipta sumber tenaga manusia (SDM) yang berkualitas, dalam bidang tertentu yang mereka minati.

Merdeka belajar ini mengubah paradigma dunia pengajaran kita. Para siswa diberikan kebebasan untuk menggali apa talenta yang mereka menyukai,” sebut Halikin

Dikatakannya, meskipun merdeka belajar hal yang demikian membuka ruang bagi buah hati untuk bebas memilih, akan namun pendampingan dan pengawasan patut tetap perlu dijalankan terpenting bagi para orang tua. Karena itu sebab era teknologi kini, benar-benar rentan bagi buah hati untuk kecanduan gadget (gawai, red). Dikhawatirkan apabila mereka terlalu lama berselancar di dunia dunia maya, karenanya talenta mereka bukan bahkan terasah akan namun bahkan kian memudar.

“Pengawasan orangtua juga perlu. Dia ini eranya teknologi. Jangan sampai nanti keseringan main gadget bahkan bakatnya tak timbul sebab diberikan kebebasan,” ujar Halikin.

Terpenting mengatakan program ini sesuai dengan perkembangan zaman kini. Saya lagi Indonesia mengharapkan ada generasi emas di tahun 2045. “Program ini sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi Indonesia mengharapkan generasi emas di tahun 2045. Karena kita bersyukur kita (Kotim, red) menjadi tolok ukur dunia pengajaran di Kalteng sebab termasuk yang aktif,” tuturnya.

titip para siswa ini agar diajar dengan bagus. Dia masa depan daerah ada di tangan mereka,”pungkasnya.