Hasto Ditertawai Megawati Karena Akan Diperiksa Oleh Polda Metro Jaya

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku ditertawai oleh Ketua Awam PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal ini dikatakan Hasto berkaitan dengan dirinya yang diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada Rabu kemarin (5/6/2024).

“Bayangkan Soekarno mencari orang hanya untuk diajak bicara. Masih mending saya bisa bicara seperti ini. Problem diperiksa Polda urusan lain. Jadi saya katakan, kita ini melaksanakan ritual kader seandainya berharap menghadapi tantangan-tantangan esok hari,” kata Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).

“Kemarin habis dari Bal slot qris gacor saya jemput Ibu (Megawati). Ibu turun langsung ketawa, ‘eh To, kau rasakan seperti saya waktu zaman orde, baru dipanggil polisi’. ‘Wah belum ada apa-apanya Bu yang saya lakukan’. Aku bilang seperti itu ke Ibu,” sambungnya.

Hasto malahan menyuarakan tak memiliki rasa takut dikala dipanggil polisi. Hal ini sebab dia mengambil figur dikala Presiden Soekarno berhadapan dengan kolonial Belanda.

“Namun kita berdiskusi benar itu benar. Ketika kita punya keyakinan di situ. Bung Karno saja bisa berhadapan dengan kolonialisme Belanda. Enggak punya apa-apa di situ,” ucap Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dipanggil Polda Metro Jaya berkaitan dengan adanya pelaporan yang mempersoalkan wawancara Hasto di salah satu media layar kaca berkaitan pernyataannya soal kecurangan pemilu 2024.

Adapun dalam laporan ini, Hasto diduga melanggar tindak pidana Penghasutan dan atau Menyebarkan Info Elektronik dan atau Dokumen Elektronik Yang Memuat Pemberitaan Dusta Yang Menimbulkan Kerusuhan di Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 28 ayat (3) Jo. Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 seputar Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 seputar Info dan Transaksi Elektronik.

Sekjen Hasto Dipanggil Polda Metro, PDIP: Upaya Pembungkaman Suara Kritis
Juru Bicara PDIP Chico Hakim mengevaluasi pemanggilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh Polda Metro Jaya adalah upaya pembungkaman bunyi kritis.

“Kami menyangka ini sebagai bagian dari upaya pembungkaman bunyi-bunyi kritis berkaitan pelanggaran, kecurangan, dan intervensi aparat negara dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 kemarin,” kata Chico, dalam keterangan legal, Selasa (4/6/2024).

Menurut Chico, apa yang diberi tahu Sekjen PDIP itu telah menjadi perbincangan di masyarakat. Fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan menjadi bahan diskursus di kalangan akademisi, budayawan, dan kategori masyarakat sipil.

“Malahan menjadi beberapa substansi dari dissenting opinion yang diberi tahu oleh tiga Hakim Mahkamah Konstitusi,” tegas Chico.

Tidak hanya itu, Chico menegaskan, pernyataan yang diberi tahu Hasto telah menjadi sebuah produk jurnalistik. Sehingga, hal tersebut tak bisa dipidanakan.

“Telah mesti keseluruhan dari wawancara tersebut adalah sebuah produk jurnalistik, sehingga tak bisa dipidanakan,” ucap politikus PDIP itu.